Ternyatatujuh tahun menanti jodoh sebelum akhirnya menikah. Ini kisahnya. Ustaz Adi Hidayat berbagi kisah cintanya ke publik. Ternyata tujuh tahun menanti jodoh sebelum akhirnya menikah. Ini kisahnya. Kamis, 14 Oktober 2021; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com; TribunStyle.com; Yangana inginkan, ustadzah ana terlebih dulu menawarkanโ€adakah akhwat di sini ini yang siap menikah?โ€, jadi tidak ada pemesanan nama sebelumnya. Berita itu datang untuk semua akhwat yang siap menikah. Bukan jadi berita โ€œkhususโ€ untuk yang tersebut namanya. MenjemputCintaUntukmu yang Sedang Bahagia dan Terluka Karena Cinta | Cerita Motivasi Inspirasi.Read more ยป dan Menemukan Jodoh Yang Terbaik- Jodoh dan Cinta adalah 2 hal yang tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain. Bila Jodoh didapat hanya karena cinta / tresno, maka hal itu akan menjadi sesuatu yang rapuh. Namun, bila rasa love itu beralaskan Assalamualaikum Wr Wb.. Saya seorang ikhwan,berumur 30 saya ingin sekali menyegerakan ibadah Nikah. Namun sampai saat ini saya belum juga di berikan jodoh saya,bahkan saat ini saya sedang taโ€™aruf dng seorang akhwat yang insya allah ibadah serta ketaatan kepada kedua orang tuanya baik sekali,namun ibu dari akhwat tersebut belum juga KisahNyata Seorang Akhwat Kapan waktuku tiba? karena di saat banyak akhwat yang hampir mendekati usia senja sedang menanti-nantikan pujaan hati datang melamarnya, ana malah menyia-nyiakan kesempatan untuk menikah di usia muda ini. lagi-lagi, masukan ana dapatkan dari akhwat ini, โ€œJangan terlalu berlebih-lebihan cari jodoh. Jodoh itu Ketikaseorang akhwat di tanya : kenapa inginya menikah dengan lelaki yang bermanhaj salaf? Maka dia menjawab: ana ingin dia menjadi pembimbing dalam hidup ana nantinya, ana ingin berjalan pada manhaj yang sama, jika ana menikah dengan orang jahil, maka ana ingin ke taklim manhaj salaf, tapi dia ingin ke taklim yang penuh dengan gelak tawa 6Kata Romantis Buat Pacar. 7 Kata kata Paling Romantis. 8 Kata kata Cinta. 9 Kata Kata Move On. 10 Kata kata Move On Dari Pacar. 11 Kata kata Move On Sedih. 12 Kata kata Gagal Move On. 13 Kata Mutiara Cinta. 14 Kata kata Cinta Sejati. Ya itulah misteri jodoh. Kita tak kan pernah tahu kapan datangnya, dan kita tak kan pernah tahu dengan siapa kita berjodoh. Kita hanya bisa menanti, berusaha, berdoโ€™a dan terus memperbaiki diri. *** Seperti jumโ€™at biasanya, beberapa bapak masih berdzikir di dalam masjid usai sholat jumโ€™at, termasuk Pak Yunus dan Pak Daud. Danpada akhirnya perbincangan itu beralih kepada soal jodoh. Aku mencoba menuliskan perbincangan kami di sini, semoga bisa memberikan ibrah meskipun sedikit. bahwa ketika Dia belum jua mempertemukanku dengan engkau yang pasti menjadi bagian dalam kisah hidupku, adalah karena mungkin engkau belum setegar karang dan masih serapuh puing-puing Kisahjodoh tips cari jodoh sabar menanti jodoh menurut islam sabar menunggu jodoh sabar menunggu jodoh dari allah 38 komentar ikhwan bercincin besi (bagian 3) agustus 7, 2010 by tabir jodoh Yang ditakdirkan menjadi bapak mertuanya adalah nabi syuaib. Simak kisah cinta viral cari jodoh paling unik, seperti dirangkum berbagai sumber!. GQ4C81s. Ilustrasi./Copyright dumlaoPunya pengalaman tak menyenangkan atau tak terlupakan soal pertanyaan 'kapan'? Kata 'kapan' memang bisa jadi kata yang cukup bikin hidup nggak tenang. Seperti kisah sahabat Vemale yang disertakan dalam kompetisi Stop Tanya Kapan! Ungkapkan Perasaanmu Lewat Lomba Menulis Juli 2018 ini. Pada dasarnya kamu nggak pernah sendirian menghadapi kegalauan dan kecemasan karena pertanyaan 'kapan'. *** Kapan? Kapan? Kata tanya kapan bagi sebagian orang mungkin menjadi pertanyaan yang sering dihindari atau bahkan dibenci. Mungkin banyak di antara kalian yang seringkali diberi pertanyaan dengan kata tersebut. Bukan pertanyaannya yang membuat kesal, tetapi karena jawaban yang harus diberikan menuntut pemenuhan yang kadang memang belum tahu kapan, sehingga banyak yang tak suka saat pertanyaan itu ditujukan kepada kita. Kapan wisuda? Kapan bekerja? Kapan menikah? Kapan punya momongan? dan kapan kapan lainnya. Bahkan saat pertanyaan kapan bisa dijawab sempurna bisa saja di lain waktu akan ada pertanyaan serupa meski dalam hal yang lain. Benar memang kata tersebut seakan bisa beranak pinak tak ada habisnya. Tak hanya mereka yang pernah merasakan apa yang harus dijawab saat sedang ditanya "kapan", begitu pun dengan saya saat masih bekerja. "Kapan menikah?" seperti santapan sehari-hari yang mereka sampaikan kepada saya kala itu. Sebelumnya saya tak pernah mendapatkan pertanyaan yang kadang begitu sedih mendengarnya. Perkuliahan saya terbilang begitu lancar hingga wisuda. Dan saat mencari pekerjaan juga diberikan kemudahan. Sudah bekerja mau apa lagi coba kalau tidak menikah, karena tidak ada rencana untuk studi menjadi titik balik dari sebuah lontaran pertanyaan kapan menikah, dari situ saya pun sedikit tersentak. Memang kapan saya akan menikah? Dengan siapa? Sementara saat ini saya sedang tidak dekat dengan lelaki siapapun. Termenung di sudut kamar sambil berpikir dan menebak-nebak bagaimana nanti saat saya menikah. Di awal tahun 2013 pertanyaan seperti itu sering terdengar di telinga ini, karena masih terbilang santai saya jawab saja, "Kapan-kapan." Namun kian hari pertanyaan serupa masih tetap terdengar memenuhi gendang telinga saya. Tidak hanya rekan kerja, tetangga dan saudara juga menanyakan hal serupa. Semakin was was saat beberapa teman sekolah dan rekan kerja sudah banyak yang menikah. Tetapi saya tak ingin terbawa suasana hati atau hanya sekadar iri, saya coba santai menanggapi. Hingga di akhir tahun 2013 hati ini semakin merindukan dan mengharapkan akan sebuah pernikahan. Sampai-sampai saat beberapa dari mereka memberikan pertanyaan serupa saya makin cerdas menjawab. Jawaban yang menyiratkan akan sebuah doa dan harapan yang memang sedang ditunggu. Saya jawab saja, "Insyaallah secepatnya," karena begitu saya harapkan dan barangkali bisa menjadi doa yang bisa jadi di antara mereka para pemberi pertanyaan adalah orang yang makbul doanya sehingga semakin kuat dalam mengetuk pintu langit untuk segera memberi jodoh. Menikah, selain saya jadikan resolusi di tahun 2014, saya juga ikut program sedekah yang dipopulerkan oleh salah satu ustaz kondang Indonesia, di dalamnya saya punya cita-cita ingin mewujudkan pernikahan. Tak lupa di setiap doa saya selipkan keinginan untuk segera menikah. Dan saat teman membagikan undangan pernikahan saya coba hadiri di saat ijab berlangsung, karena saat itu langit berguncang dan para malaikat banyak yang mendoakan. Saya manfaatkan untuk mendoakan sang pengantin dan tak lupa saya juga berdoa untuk segera berjodoh. Beberapa kali juga melaksanakan salat istikharah agar diberikan gambaran siapa jodoh saya. Orangtua juga ikut mendoakan saya agar segera sudah tinggal menanti terwujudnya cita-cita mulia, setidaknya dengan menikah bisa menyempurnakan separuh agama. Tetapi ada Allah yang jelas memberikan yang terbaik di antara yang baik untuk hamba-Nya. Tidak semua keinginan hamba-Nya bisa langsung segera dikabulkan. Allah Maha Mengetahui perkara gaib. Barangkali saya memang belum siap atau memang belum ada yang cocok hingga menanti beberapa tahun. Dari sini saya bisa belajar untuk bersabar dan mengerti kalau semua yang kita inginkan belum tentu baik untuk kita. Mungkin ketika kita menginginkan membeli motor baru, HP baru, baju mahal sekalipun bisa kita kumpulkan uang sedikit demi sedikit. Tetapi kalau masalah jodoh hanya Allah yang bisa memberi. Mau meminta ke orangtua, ya tidak bisa. Mau nangis juga percuma kalau belum saatnya tiba. Makanan bisa dibeli, baju bisa dibuat, kerja bisa dilamar, rusak bisa diganti, nah ini jodoh mau minta sampai menangis berhari-hari juga akan percuma kalau waktunya belum tepat. Sudahlah sabar, barangkali saya yang memang belum ikhlas selama mengharap. Apakah saya yang memang masih belum baik? Mungkin karena jodoh saya adalah orang yang baik, saya masih belum sepadan jadi belum dipertemukan, entahlah. Hanya mencoba berprasangka baik dengan keadaan. Terus merenung dan mencoba introspeksi diri serta memperbaiki diri. Karena jodoh juga bagian dari rezeki, barangkali kita sendiri yang menghambat rezeki kita yang lain karena punya utang atau karena berjanji tetapi belum kita penuhi. Dan pertanyaan "kapan" masih terus terngiang di telinga dan seperti biasa saya jawab saja. "Secepatnya, mohon doanya ya." Meski sebenarnya belum ada kepastian lebih lagi tidak ada pria yang sedang dekat. Sampai-sampai begitu saya nanti dan nikmati saat seseorang menanyakan kapan saya menikah. Karena mereka hanya melihat lahiriahnya saja tanpa tahu usaha apa yang sebenarnya sudah setelah beberapa tahun menanti di bulan mei tahun 2016 saya diperkenalkan dengan seseorang yang serius ingin mencari pendamping hidup. Setelah mengetahui biodata masing-masing, kami pun bertemu. Perkenalan yang singkat tetapi kami tidak main-main. Kami bawa perkenalan tersebut ke jenjang pernikahan. Sebulan setelah proses lamaran kami menikah. Kami pun sekarang sudah memiliki satu orang anak. Meski terbilang singkat menanti jodoh, namanya menunggu adalah pekerjaan yang menjemukan hingga terasa seperti puluhan tahun. Dan sekarang pertanyaan kapan menikah sudah tak terdengar lagi bak tergerus ombak yang perlahan menghilang. Tetapi bukan berarti tidak lagi menjumpai pertanyaan "kapan". Karena saat punya anak saya putuskan untuk berhenti bekerja, sekarang digantikan dengan, "Kapan bekerja lagi?" Mencari Jodoh Jadi Terasa Makin Sulit Bila Dipaksakan Jika Tak Bisa Memberi Kepastian Maka Lepaskanlah, Cinta Bukan Permainan Kuputuskan Pacarku Demi Kamu, Tapi Kenapa Kamu Masih Bertahan Dengannya? Sempat Jalan Bareng, Hubunganku dengan Sahabat Cowok Malah Merenggang Dikenalkan ke Keluarga Bukan Jaminan Hubungan Akan Berakhir di Pelaminan vem/nda Ketika ia tak kunjung datang, banyak orang yang merasa cemas. Hal tersebut dapat menambah beban pikiran. Bahkan ada yang sampai frustasi. Namun, ada sebagian orang juga yang memutuskan untuk tetap memperjuangkan., meski dia sendiri tidak tahu siapa dan di mana kamu yang memilih untuk terus berjuang, berikut tips yang dapat kamu terapkan supaya lebih sabar dalam Mengerjakan hal-hal positif dapat membuat waktumu menjadi lebih bermanfaat hanya menunggu, lantas kamu menjadi galau. Tetap beraktivitas dan kerjakan apa yang menjadi kewajibanmu dulu. Jika kamu tertarik terhadap suatu hobi, maka berbagai komunitas atau menjadi volunteer, dapat membuat waktu menunggumu jadi lebih Habiskan waktu luangmu bersama keluarga dan sahabat juga akan belum bertemu jodoh, kamu masih memiliki orang-orang yang menyayangimu. Ya, mereka adalah orangtua dan sahabatmu. Sambil menunggu, habiskanlah dulu waktu bersama mereka, sebelum menghabiskan waktu bersama pasangan hidupmu bercerita bersama mereka tentu dapat meringankan beban pikiran. Kamu pun dapat menjadi lebih Memantaskan diri menjadi pribadi yang lebih baik kamu evaluasi dirimu dulu. Apakah sudah pantas untuk bertemu dengan jodohmu atau belum? Jika nanti dipertemukan, kira-kira kalian akan cocok atau tidak? Setiap orang memang tak ada yang sempurna dan pasti memiliki bukan berarti kamu tak mau memperbaiki diri. Saat-saat menunggu seperti ini, kamu punya waktu untuk memantaskan diri. Sehingga ketika nanti sudah bertemu dengan jodohmu, kalian bisa saling Ubah mindset supaya pikiranmu tentang jodoh menjadi lebih terbuka Setiap orang pasti diciptakan berpasang-pasangan. Perbedaannya hanya di masalah waktu saja. Tanamkanlah hal tersebut dalam pikiranmu. Tak perlu terburu-buru untuk perlu galau memikirkannya selalu. Pikirkan hal-hal lain yang juga bermanfaat, dan tetap berpikiran positif, bahwa jodohmu akan datang di waktu yang Bermain bersama anak kecil akan lebih baik, daripada kamu murung menunggu tawa, serta keriangan mereka dapat menjadi obat penenang di saat kamu sedang menunggu. Supaya kamu tidak merasa galau, bermain bersama anak-anak juga bisa menjadi penghiburmu. Selain itu, menemani mereka bermain dapat melatih kesabaranmu Bangun lebih pagi menjadi awal kebahagiaan harimu dengan bangun lebih pagi. Hal tersebut dapat berdampak positif bagi kegiatanmu sehari-hari. Kamu akan lebih terlihat sebagai pribadi yang bersemangat. Meski jodoh masih belum kunjung datang, auramu tetap terpancar positif, dan menunjukkan bahwa kamu adalah sosok yang tangguh dalam menghadapi Menunggu memang melelahkan, namun sempatkan waktumu untuk berolahraga menunggu kehadiran jodoh, kamu patut untuk menyayangi dirimu terlebih dahulu. Contohnya, rajin berolahraga. Menunggu jodoh bukan berarti kamu harus larut dalam kesedihan, dan membiarkan kondisi fisikmu menjadi tak berolahraga juga dapat membuat tubuh menjadi bugar dan terlihat awet Jangan lupa berdoa di setiap waktu memberi jodoh adalah Tuhan. Meskipun kamu sudah berusaha dan sabar menunggu, tetaplah meminta kepada-Nya. Ingat, Tuhan dapat membolak balikkan hati manusia. Dengan berdoa, tak hanya membuatmu menjadi lebih sabar dalam menanti jodoh, tapi juga menjadi lebih jodoh, memang sulit diprediksi. Untuk itu, setelah membaca tips-tips di atas, kamu bisa coba terapkan langsung. Semoga yang belum menemukan jodoh, bisa segera mendapatkan! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. Barangkali, anda sering mendengar istilah ikhwan, akhi, afwan ukhti, dan akhwat, namun belum tahu akhwat artinya apa, arti ikhwan apa, dan sebagainya. Dalam kesempatan kali ini, kita akan coba menjelaskan kata-kata ini. Semoga penjelasan kami bermanfaat untuk anda dan dapat menambah wawasan yang baik. Akhwat dan Ikhwan Artinya Adalah Apa? Berikut ini penjelasan mengenai sebutan-sebutan yang sering kita dengar sehari-hari. Arti Ikhwan Ikhwan adalah berasal dari dalam bahasa Arab ุงู„ุงุฎูˆุงู† yang artinya adalah kawan laki-laki. Kalau menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ia memiliki arti saudara atau teman. Dalam bahasa Arab, ia merupakan bentuk jamak. Biasanya, kata ini digunakan untuk menyebut para lelaki yang dikenal memiliki kepribadian agama Islam yang baik. Arti Akhwat Akhwat adalah diambil dari bahasa Arab ุงู„ุฃุฎูˆุงุช yang artinya saudara perempuan. Dalam KBBI, ia diartikan sebagai saudara perempuan atau teman perempuan. Ia juga merupakan bentuk jamak dalam bahasa Arab. Kata ini sering digunakan sebagai sebutan bagi wanita-wanita yang dikenal berusaha mengamalkan Islam dengan baik. Arti Akhi Akhi artinya adalah saudaraku laki-laki. Ia merupakan bentuk tunggal dari kata ikhwan. Arti Ukhti Ukhti merupakan bentuk tunggal dari kata akhwat. Berikut ini ringkasan dari sebutan-sebutan yang sering kita dengar SebutanArtiAkhwatWanita Kata ganti ketigaIkhwanPria Kata ganti ketigaUkhtiPerempuan Kata ganti keduaAkhiLaki-laki kata ganti keduaAkhwat fillahSaudara perempuan karena AllahAkhwat onlyHanya wanitaAkhwat Perindu JannahPerempuan yang merindukan surga Akhwat Artinya Apa? Kalau kita lihat pada asal usulnya, sebenarnya yang disebut saudara adalah orang-orang yang keluar dari rahim yang sama atau orang yang disebut dengan saudara kandung. Sehingga, bagi sebagian orang, mereka tidak mau menyebut akhi wa ukhti kepada orang yang bukan saudara kandungnya. Saya menghargai pendapat mereka. Akan tetapi, sebagaimana yang kita tahu bahwa sesama muslim itu bersaudara dan persaudaraan Islam lebih kuat sehingga kita pun boleh menyebut saudara seislam kita dengan sebutan akhi atau ukhti. Dikalangan para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sendiri, mereka juga sering menyebut orang lain dengan sebutan akhi, meskipun sebenarnya mereka bukan saudara kandung. Pernah, suatu kali Abu Bakar radliyallahu anhu terlibat perbedaan pendapat dengan Salman, Shuhaib, dan Bilal radliyallahu anhum. Tatkala Abu Bakar mengadukan kepada Rasulullah, justru Rasulullah malah menegur Abu Bakar. Beliau bersabda Wahai Abu Bakar! Apakah engkau membuat mereka marah? Kalau engkau membuat mereka marah, maka engkau telah membuat Pemeliharamu marah.โ€ Mendengar hal itu, akhirnya Abu Bakar mendatangi ketiga sahabat tadi untuk meminta maaf. Lafal Arabnya seperti ini ููŽุฃูŽุชูŽุงู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฅูุฎู’ูˆูŽุชูŽุงู‡ู’ ุฃูŽุบู’ุถูŽุจู’ุชููƒูู…ู’ุŸ ู‚ูŽุงู„ููˆุง ู„ูŽุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽูƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฎููŠ โ€œMaka Abu Bakar mendatangi mereka, lalu dia berkata Yaa Ikhwataah Wahai saudaraku! Apakah aku membuat kalian marah? Mereka berkata Tidak, semoga Allah mengampunimu, ya akhi wahai saudaraku.โ€ Hadits di atas diriwayatkan oleh Imam Muslim sehingga diakui keshahihannya. Kalau kita lihat nasabnya, tidak ada hubungan persaudaraan antara sahabat Bilal, Shuhaib, Salman, dan Abu Bakar. Akan tetapi, mereka tetap menggunakan lafal akhi atau ikhwataah karena yang dimaksud adalah persaudaraan Islam. Dengan demikian, boleh bagi kita menyebut orang lain yang bukan saudara kandung kita dengan akhi wa ukhti, yang terpenting adalah mereka saudara seislam kita. Dalam islam, seorang wanita dan pria diperbolehkan bergaul dengan lawan jenis. Hanya saja, terdapat batasan-batasan pergaulan yang harus dijaga agar tidak melanggar aturan Allah taala. Berikut ini batasan interaksi antara ikhwan dan akhwat Menjaga PandanganMenutup AuratDilarang Khalwat Ya Akhi, Jagalah Pandanganmu Menjaga pandangan di sini maksudnya adalah agar kita tidak mengumbarnya untuk melihat lawan jenis yang diharamkan oleh Allah taala. Perbuatan ini termasuk dari tanda-tanda iman. Allah taala menyatakan โ€œDan katakanlah untuk orang-orang beriman dari kalangan laki-laki agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka.โ€ Permasalahan ini, meskipun sebagian besar dilakukan oleh laki-laki, tetapi juga tidak menutup kemungkinan bahwa wanita pun juga melakukannya. Kenapa? Karena kita sama-sama manusia dan memiliki hawa nafsu yang sama. Oleh karenanya, Allah juga memberikan nasehat kepada kaum perempuan โ€œDan katakanlah kepada orang-orang beriman dari kalangan perempuan agar mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga farji-farji mereka.โ€ Kesimpulannya, perintah untuk menundukkan pandangan itu sama saja untuk laki-laki dan perempuan. Kenapa kita harus menundukkan pandangan? Karena sesungguhnya memandang sesuatu yang dilarang itu juga termasuk zina. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู…ูŽ ุญูŽุธู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฒู‘ูู†ูŽุงุŒ ุฃูŽุฏู’ุฑูŽูƒูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ู„ุงูŽ ู…ูŽุญูŽุงู„ูŽุฉูŽุŒ ููŽุฒูู†ูŽุง ุงู„ุนูŽูŠู’ู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุธูŽุฑูุŒ ูˆูŽุฒูู†ูŽุง ุงู„ู„ู‘ูุณูŽุงู†ู ุงู„ู…ูŽู†ู’ุทูู‚ูุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุชูŽู…ูŽู†ู‘ูŽู‰ ูˆูŽุชูŽุดู’ุชูŽู‡ููŠุŒ ูˆูŽุงู„ููŽุฑู’ุฌู ูŠูุตูŽุฏู‘ูู‚ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽูŠููƒูŽุฐู‘ูุจูู‡ู โ€œSesungguhnya Allah telah menuliskan atas keturunan Adam akan bagiannya dari zina yang dia pasti mengenainya. Zina mata adalah pandangan. Zina lisan adalah ucapan. Adapun jiwa itu berangan-angan dan bersyahwat. Dan kemaluan itu membenarkan semua itu atau mendustakannya.โ€ [Muttafaqun alaih] Lalu, bagaimanakah yang harus kita lakukan jika kita tiba-tiba dengan tidak sengaja melihat kepada seorang ajnabi? Segera palingkan pandangan, sebagaimana hal ini pernah ditanyakan oleh Jarir bin Abdullah radliyallahu anhu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam ุณูŽุฃูŽู„ู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุธู’ุฑูŽุฉู ุงู„ููุฌูŽุงุกูŽุฉู ููŽุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุตู’ุฑูููŽ ุจูŽุตูŽุฑููŠ โ€œAku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang pandangan secara tidak sengaja, maka beliau menyuruhku untuk memalingkan pandanganku.โ€ [Hr. At Tirmidzi] Pandangan yang pertama itu tidak mengapa, tetapi pandangan kedua merupakan dosa seperti sabda Nabi kepada Ali ูŠูŽุง ุนูŽู„ููŠู‘ู ู„ูŽุง ุชูุชู’ุจูุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑูŽุฉูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุธู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุฃููˆู„ูŽู‰ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽุชู’ ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุขุฎูุฑูŽุฉู โ€œWahai Ali, janganlah kamu mengikutkan satu pandangan dengan pandangan yang lain karena sesungguhnya bagimu yang pertama dan yang terakhir bukan untukmu.โ€ [Hr. Abu Dawud] Afwan Ukhti, Tutuplah Auratmu Kalau masalah terbesar yang biasa dialami laki-laki adalah menjaga pandangan, maka masalah terbesar yang dialami kaum hawa adalah menutup aurat. Banyak wanita, masih belum memahami batasan auratnya, bahkan itu terjadi kepada mereka-mereka yang sejatinya sudah belajar Islam. Keluar tanpa memakai jilbab, itu sudah dianggap biasa. Padahal, sebagaimana dapat diambil dari sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam, bahwa rambut adalah termasuk aurat bagi wanita. Simak hadits berikut Pernah suatu kali, Asma binti Abu Bakar radliyallahu anhuma berkunjung kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan memakai pakaian tipis. Ketika melihatnya, Rasulullah bersabda ูŠูŽุง ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุกูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุญููŠุถูŽ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑูŽู‰ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุงยป ูˆูŽุฃูŽุดูŽุงุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ูˆูŽุฌู’ู‡ูู‡ู ูˆูŽูƒูŽูู‘ูŽูŠู’ู‡ู โ€œWahai Asma, sesungguhnya seorang wanita apabila telah haid, maka tidak boleh terlihat darinya kecuali ini dan ini.โ€ Beliau berisyarat kepada wajah dan telapak tangan beliau. [Hr. Abu Dawud] Demikianlah penjelasan mengenai ikhwan dan akhwat artinya apa dalam Islam, semoga bermanfaat.