Saya lihat banyak kok perempuan yang jadi ojek online. Hidup di Jakarta Enggak bisa gengsi. Harus kerja keras,' kata Nuraini.
Setelahdiperiksa sebagai tersangka kasus meme stupa Candi Borobudur yang diedit menyerupai wajah Presiden Jokowi, Roy Suryo akhirnya ditahan. Anti Mager Di Torut, Andi Sudirman Bagikan Hadiah Meriah Ada Motor dan Sepeda Prabowo Sebut Meski Kurus Jokowi Kerja Keras Dan Tak Pernah Berhenti. Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertahanan
Akantetapi bekerja keras akan menjadi tidak berguna jika tanpa adanya pengetahuan. Di dalam kampus, para mahasiswa diperlengkapi dengan berbagai ilmu pengetahuan. Di situlah para pengajar memiliki peran yang penting agar setiap usaha kerja keras mahasiswa dan juga arahan-arahan kepada mahasiswa tidak menjadi sia-sia. 7. Sederhana
9Meme Anti Gengsi Sindiran Buat Mereka Yang Banyak Gaya. Unduh Gambar. Deskripsi Gambar. Nama Gambar. 9 Meme Anti Gengsi Sindiran Buat Mereka Yang Banyak Gaya. Tipe Gambar. jpg. Dimensi Gambar. 480 x 640 px. Besaran Gambar. 140.33 KiB. Lisensi Gambar. Gambar bebas dan gratis untuk digunakan ulang.
DeretanMeme Kerja Nggak Kenal Gengsi Ini Isinya Nampol Abis
Tapikadang anak kurang menghargai kerja keras orangtua dengan berbuat yang neko-neko yang merusak nama baik orangtuanya. 10 Meme yang dari berbagai sumber, Sabtu (11/2) ini mungkin bisa menyadarkanmu betapa orangtua bekerja keras menghidupi dan membuatmu punya masa depan yang lebih baik. 1.
Namanyakerja keras tentu juga ada susah dan senangnya. Bisa menggunakan hasil keringat sendiri buat biaya hidup jadi salah satu poin nikmatnya kerja keras. Nah, kamu penasaran apa saja alasan cewek kerja keras? Berikut 11 meme kocak tunjukkan kenapa cewek kerja keras dirangkum berbagai sumber, Kamis (18/8): 1. Iya kan?
DetailWow !!! Inilah Kisah Di Balik Foto Melet Einstein, klik untuk melihat koleksi gambar lain di kibrispdr.org
DeretanMeme Kerja Nggak Kenal Gengsi Ini Isinya Nampol Abis Rate Hike Unlikely on Slowing US Economy | Trading Forex According to the Commerce Department, retail sales barely rose in September, edging up only 0.1 percent last month largely due to cheaper gasoline which pushed gas station receipts down 3.2 percent. Producer prices reported
Untukmenjalani kehidupan dan meraih mimpi, setiap orang punya caranya masing-masing. Salah satunya dengan bekerja keras. Ada yang bilang ji
TqZ1. - Setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda, mereka terkadang pula memiliki pola pikir yang sulit dipahami oleh orang lain. Tak jarang mereka sangat kuat dengan pendiriannya sehingga kerap disebut keras kepala. Tentunya kamu pernah menjumpai orang-orang dengan karakter seperti ini, baik itu teman maupun sanak keluarga. Tidak mudah memang menghadapi orang-orang yang memiliki kepala keras seperti batu. Pada dasarnya, sifat keras kepala cenderung memiliki emosi yang meledak-ledak, hal ini lah yang menjadi pemicu dari sifat egois yang dimilikinya. Ada banyak cara menghadapi orang keras kepala, pertama tenangkan diri kamu terlebih dahulu. Pastikan untuk berbicara lebih lembut, karena orang keras kepala sangat mudah tersinggung. Kamu juga harus memahami bagaimana kondisi mereka, tidak baik jika langsung menilai bahwa mereka orang yang sulit diatur dan diarahkan. Dengarkan apa yang mereka sampaikan, jika memang kamu anggap ada yang kurang sampaikan secara baik-baik agar tidak terjadi adu argumen. Hargai setiap pendapatnya dan terpenting adalah, pintar memilih keadaan, ketika mereka sedang marah, lebih baik dihindari. Jika kamu ingin menyadarkan mereka yang keras kepala, berikut ini ada beberapa kata-kata bijak menyadarkan orang keras kepala, seperti dilansir dari berbagai sumber, Kamis 29/10. 1. "Kamu tidak tau kan gimana rasanya jika menjadi aku. Kamu hanya bisa marah-marah, hanya bisa ngambek kalau aku gak memberi kabar. Tolong dong, jangan egois please." 2. "Jangan mudah egois-egois lah, hubungan ini kan milik kita berdua, sebaiknya kamu juga bisa mengerti dan bisa gantian." 3. "kedewasaan antara kita sangatlah dibutuhkan. Untuk itu, sebaiknya jangan saling egois dan menang sendiri." 4. "Kalau memang ingin nyari yang bener-bener tulus, jangan egois. Pengen ganteng atau hanya cantic saja. Ingat ukuran kebaikan bukan di fisik, melainkan di hati. 5. "Watak keras belum tentu bisa tegas, tetapi lemah lembut tak jarang bisa tegas." 6. "Tegas berbeda jauh dengan kejam. Tegas itu mantap dalam kebijakan sedangkan kejam itu keras dalam kesewenang-wenangan." 7. "Berbuat baiklah kepada orang lain seperti berbuat baik kepada diri sendiri." 8. "Bukan kecerdasan anda, melainkan sikap andalah yang yang akan mengangkat anda dalam kehidupan." 9. "Selamanya tidak dibenarkan untuk selalu menang dalam keadaan apapun, karena terkadang kita harus mengalah. Untuk mencapai tujuan yang baik, sesekali anda perlu mencari jalan tengah untuk mencapai kesepakatan, karena hidup akan lebih indah jika kita bisa saling menghargai dan mengerti, daripada harus bersifat egois yang nantinya akan merugikan diri sendiri dan orang lain." 10. "Jangan memaksa orang lain untuk menjadi seperti yang Anda inginkan, karena tidak ada satupun orang yang bisa menjadi orang lain. Maka dari itu terimalah diri sendiri apa adanya dan juga terima orang lain apa adanya." 11. "Jangan sekali-kali memiliki sikap egois dan ingin menang sendiri agar memiliki banyak kawah dibandingkan musuh. Ketika kita bisa saling menghargai satu sama lain, saling mengerti, saling berbagi dan bukan meminta untuk dimengerti, hidup akan terasa lebih indah." 12. "Jika dalam sebuah perselisihan hanya mementingkan diri sendiri, maka tidak akan pernah ada penyelesaian. Agar hidupmu lebih tenang, cobalah untuk memaafkan setiap masalah yang ada dan saling mengerti." 13. "Ubahlah dunia dengan senyuman, jangan sampai dunia mengubah senyummu. Kamu harus bangkit meski saat ini sedang mengalami keterpurukan, layaknya matahari yang selalu terbit tepat pada waktunya." 14. "Supaya kehidupan tidak meninggalkanmu, lanjutkan saja perjalananmu tanpa menyerah. Karena jika kamu hanya melewati perjalanan yang mudah, maka kamu tidak akan pernah berkembang. Dengan banyaknya tantangan di hidup ini, kamu akan semakin berkembang. Kamu juga akan tahu dimana seharusnya kamu berada jika perjalanan di bumbui dengan tantangan." 15. "Hindari untuk melakukan perdebatan dengan seseorang yang hanya percaya dengan kebohongannya sendiri." 16. "Jangan berharap akan ada orang yang rela menyeberangi samudra untuk kamu, manakala kamu saja tidak mau melompati kubangan untuk mereka." 17. "Tidak akan ada seseorang yang percaya dengan pembohong, meskipun dia menceritakan kebenaran." 18. "Orang yang kerap melihat rendah orang lain, ia tidak akan pernah berakhir menjadi orang yang dipandang tinggi oleh orang lain." 19. "Beberapa orang memang tidak akan pernah berubah, yang bisa kamu lakukan adalah menerimanya." 20. "Manusia yang sombong akan ditundukkan, begitu pula manusia yang angkuh juga akan direndahkan." Sifat keras kepala kerap disamakan dengan egois, karena mereka sama-sama terlihat lebih mementingkan diri sendiri. Tak sedikit orang merasa jengkel jika harus berhadapan dengan mereka yang memiliki watak keras seperti batu. foto Sebenarnya mereka yang dianggap keras kepala, hanya berusaha mempertahankan apa yang diyakininya. Namun sayang jika bertemu dengan orang yang tak memahami hal ini bisa menjadi permasalahan besar. Butuh waktu dan kata-kata yang bijak untuk menyadarkan orang-orang yang keras kepala. Kamu juga bisa menyampaikannya dengan kata-kata lucu. Kamu mengingatkan dengan cara yang menyenangkan dan tidak membuat dia tersinggung. Namun tetap harus mencari waktu yang tepat untuk mengatakannya. 21. "Hidup itu harus saling bersosialisasi, jangan hanya egois, kalau mau egois, mendingan hidup di hutan saja." 22. "Udah dibaikin malahan tidak tau diri, udah egois dan gak sadar diri pula." 23. "Betapa indahnya hidup ini, manakala kita bisa saling peduli, tidak gengsi serta tidak egois." 24. "Kadang mengalah serta meminta maaf merupakan langkah yang penting dalam hidup, dibandingkan harus gengsi dan mementingkan keegoisan diri." 25. "Kurangilah sikap egois dan mengedepankan gengsi, agar kamu memiliki banyak teman daripada banyak musuh." 26. "Hidup akan semakin indah manakala kita semakin bisa mengerti, tidak egois serta mengurangi gengsi." 27. "Jangan hanya mau egois dan ingin menang sendiri, jangan kebanyakan gengsi, hiduplah apa adanya." 28. "Manusia yang egois biasanya akan selalu baik dengan dirinya sendiri. Untuk itu maka akhirnya mereka terkejut manakala berakhir hidup sendirian." 29. "Mendengar untuk didengarkan, begitu juga sebaliknya, jangan terlalu egois." 30. "Kamu itu manusia apa kalkulator sih? Kok tidak mau salah?" 31. "Yang tinggi saja tidak melangit. Ini kenapa tanah sok menjadi langit." 32. "al yang paling sulit dalam kehidupan ini bukan untuk melampaui orang lain, tapi melampaui ego dan diri sendiri." 33. Mempertahan kan pendapat itu boleh, tapi ingat ada orang lain yang juga butuh dihargai." 34. Jika keras kepalamu sulit dipecahkan, ya sudah bangun istanamu sendiri dan bekerja di sana sendiri." 35. Keras kepala dan egois itu sama, sama-sama sulit dipahami dan tidak akan bisa diajak kerja sama." 36. Sehebat apapun kamu, dalam tim kita tetap harus melunak dan saling menghargai." 37. "Silahkan berpendapat, namun jangan marah dan tetap kekeh jika ada orang lain mengkritik pendapatmu." 38. "Jika hidup hanya untuk mempertahankan apa yang kamu rasa benar, lebih baik pinda ke planet lain." 39. "Tidak selamanya keras kepala dan tetap pada pendirian bisa membuat kamu bahagia, justru sebaliknya, itu akan menjadi beban." 40. Keras kepala akan membuat kamu tetap berdiri di tempat yang sama, dan tak akan bisa melihat keajaiban lainnya." brl/guf Recommended By Editor 40 Kata-kata bijak tentang doa, sumber kekuatan dan menyentuh hati 50 Kata-kata lucu buat pacar, bisa bikin hubungan makin harmonis 40 Kata-kata bijak introspeksi diri dalam hubungan, bikin hati peka 40 Kata-kata mutiara tentang mengalah, bijak dan penuh arti 40 Kata-kata bijak kesederhanaan hidup, penuh makna
Belajar bahasa Inggris dari istilah-istilah anak gaul Jakarta Selatan? Emang bisa? Bisa, dong! Yuk, tambah kosakata bahasa Inggris kamu melalui list istilah Jaksel di artikel ini! — Hai kamu. Iya kamu yang lagi baca ini. Tau nggak, sih? Katanya, anak Jakarta belum gaul kalau ngomong ngga pakai bahasa Jaksel. Hah? Jaksel apaan? Jaksel artinya Jakarta Selatan, xixi. Bahasa Jaksel belakangan ini muncul sebagai fenomena sosial yang biasa digunakan saat ngobrol bareng teman-teman. Istilah-istilah Jaksel ini termasuk bahasa kebanggaan selain bahasa daerah yang melekat pada warga dan anak tongkrongan Jakarta Selatan, khususnya para gen Z dan ABG Jaksel. Konon, tren anak Jaksel mulai hits pada tahun 2018. Nah, istilah ini bisa menjadi kata-kata pendukung untuk menceritakan atau menggambarkan situasi seseorang. Eits, tapi jangan salah, guys. Meskipun berjudul bahasa gaul yang identik dengan Jaksel, ternyata istilah-istilah yang merupakan campuran antara bahasa Inggris dan bahasa Indonesia ini sudah populer dan menyebar ke kota-kota besar lainnya di Indonesia, lo. Anyway, kalau kamu sadar, di paragraf ini juga sudah ada contohnya, yaitu “guys.” Guys artinya teman-teman ya. Oke lanjut. So, yang tadinya hanya digunakan saat di tongkrongan, istilah-istilah Jaksel saat ini banyak juga digunakan untuk mengirim pesan singkat ataupun menulis sesuatu di media sosial. Oh ya, sebagai catatan, multi-bahasa dalam istilah Jaksel ini akan lebih cocok untuk kamu gunakan pada percakapan sehari-hari dengan teman sebaya yang sudah cukup akrab ya, guys. Buat kamu yang belum tahu, berikut bahasa gaul anak Jaksel untuk menambah kosakata bahasa Inggris, lengkap dengan artinya, lo. Yuk, simak! Bahasa Gaul Jaksel untuk Menggabungkan Kalimat Biasanya, saat anak Jaksel berbicara, terdapat beberapa kata bahasa Inggris yang mereka sisipkan dalam kalimat untuk tujuan tertentu. Entah itu agar lebih terlihat keren, lebih mudah dipahami, lebih asik, dan lain sebagainya. Berikut daftarnya 1. Literally Secara harfiah, atau arti yang paling mendasar2. Basically Pada dasarnya3. Which is Yang mana, di mana4. Like – Unlike Seperti-tidak seperti5. Somehow Bagaimanapun6. Perhaps later Mungkin nanti7. Figuratively Secara kiasan8. Normally Normalnya, secara normal9. You know Kamu tahulah..10. That is Itu adalah11. Ever Pernah12. Seldom Jarang13. Better Lebih baik14. Because why Karena kenapa15. Whereas Sedangkan16. Somehow Entah bagaimana17. End up Akhiri18. The point is Pada intinya19. While Sementara20. Not yet Belum21. Confuse Membingungkan22. Surely Pastinya23. Honestly Sejujurnya24. Attitude Sikap25. Probably Mungkin26. Whatever Terserah27. Normally Biasanya, secara normal28. Actually Sebenarnya29. Prefer Lebih suka30. Make sure Yakinkan31. Hence Oleh sebab itu32. Supposed Diperkirakan33. Confirm Konfirmasi Apa Perbedaan Literally dan Actually? Literally itu umumnya dipakai untuk menyampaikan sesuatu yang ada dasarnya. Jadi, kamu dapat menyampaikan sesuatu yang memiliki dasar, meskipun pada kenyataannya berbeda dari dasar tersebut. Nah, kalau actually berarti sebenarnya’, ia biasa digunakan saat seseorang ingin membantah suatu opini atau pendapat dari orang lain. Baca Juga Cara Belajar Bahasa Inggris Otodidak, Ini 11 Tips Mudah dan Cepat! Istilah-istilah Jaksel dalam Hubungan Pasangan, Keluarga, Teman Beberapa orang berpendapat bahwa suatu obrolan tidak akan terlalu kaku jika dicampurkan dengan bahasa Inggris. Di bawah ini adalah penggunaan bahasa anak tongkrongan Jaksel yang biasa muncul dalam sebuah hubungan 34. Gaslighting, kondisi di mana seseorang memanipulasi keadaan supaya mendapat posisi yang lebih tinggi. Biasanya, orang kayak gini sulit untuk minta maaf. Ingat ya, ini bukan istilah prosedur nyalain gas. Oh ya, anak Jaksel menggunakan kata ini umumnya saat cekcok dengan pasangan. Kalau kamu sering minta maaf padahal nggak salah, hati-hati ya! Bisa jadi kamu adalah korban dari gaslighting. 35. Guilt tripping, sebetulnya hampir sama dengan gaslighting. Bedanya, tujuan orang di sini bukan untuk mendapat posisi superior, tapi murni untuk membuat orang lain merasa bersalah atau bertanggung jawab. 36. Couple goals, istilah yang dilontarkan untuk pasangan-pasangan yang menjadi panutan banyak orang dan patut dicontoh. 37. Deep talk, percakapan antara dua orang atau lebih untuk membahas sesuatu secara lebih mendalam. 38. Trust issue, digunakan untuk orang-orang yang cenderung sulit mempercayai orang lain. Hal ini biasanya disebabkan adanya peristiwa buruk yang menimbulkan rasa kecewa di masa lalu. 39. Ghosting, istilah ini diambil dari kata ghost yang artinya hantu. Nah, kerennya, ghosting adalah julukan untuk orang yang suka tiba-tiba menghilang tanpa memberi kepastian. 40. Healthy relationship, hubungan asmara yang sehat dan jauh dari perbincangan negatif. 41. Bestie, kata slank dari best friend alias temen baik. Istilah bestie nggak akan kamu temukan di kamus bahasa Inggris, guys. Anak Jaksel biasanya akan memanggil bestie pada orang dengan pertemanan yang sudah sangat erat. 42. Bro mens, pertemanan yang erat di antara dua laki-laki. Kurang lebih sama dengan bestie, tetapi kalau bestie biasanya banyak digunakan oleh perempuan. 43. Toxic relationship, contraction dari healthy relationship. Artinya sebuah hubungan asmara yang nggak sehat dan cenderung saling merugikan satu sama lain. 44. Silent treatment, perilaku seseorang yang mengabaikan pasangan dalam waktu tertentu, tanpa ada penjelasan atau usaha untuk menyelesaikannya. 45. Emotional abuse, julukan untuk orang yang memanipulasi orang lain melalui tindakan atau perkataan yang bersifat ancaman. Hal ini tentunya akan membuat orang lain takut dan merasa terintimidasi. 46. Strict parents artinya orang tua yang terlalu menuntut anaknya untuk menurut dan tidak diberi kebebasan melakukan hal yang disukai anak. 47. Clingy, sifat ini cenderung ditujukan pada orang yang bergantung terhadap orang lain. Biasanya terjadi dalam sebuah hubungan percintaan. Istilah ini biasa dikenal juga dengan cringe. 48. Love language adalah bahasa cinta. Seperti tindakan atau tanda cinta seseorang terhadap pasangannya. 49. Support system artinya lingkungan yang saling mendukung. Misal, support system kamu saat bekerja adalah keluargamu. 50. Word of affirmation, salah satu dari love language yang memberikan kata-kata positif berupa pujian atau apresiasi terhadap pasangan. 51. Split bill, simply artinya patungan untuk membayar sesuatu. Split bill ini bisa dilakukan dalam circle pertemanan ataupun dengan pasangan. 52. Sleep Call, biasanya ini adalah kondisi di mana pasangan menghabiskan waktu untuk “telponan” di malam hari sampai tidur. Baca Juga 180 Slang Bahasa Inggris Slang Words yang Bikin Ngobrol Makin Asik! Kalau kamu ingin menambah kosakata bahasa Inggris dengan cara asik lainnya, yuk, belajar bersama native speaker di English Academy! Temukan cara untuk meningkatkan skill bahasa Inggris-mu dengan konsultasi gratis, sekarang! Bahasa Gaul Jaksel Spesialis Dunia Kerja Dalam dunia kerja, terdapat bahasa Inggris Jaksel yang sering menjadi bahan perbincangan, terutama mungkin di kalangan mbak-mbak atau mas-mas pekerja kantoran area SCBD. Kamu salah satunya bukan, nih? 53. Overwork, terlalu banyak bekerja sehingga lupa untuk menikmati hidup. Saat waktu luang pun, seseorang akan mengisinya dengan bekerja. 54. Overwhelm, berlebihan. Seperti yang kita tahu segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik, kan? Dalam hal ini, bisa jadi berlebihan di aspek pekerjaan, tugas kuliah, dan lain sebagainya yang membuat kamu sulit untuk mengatur waktu dan pola hidup. 55. Hectic, merupakan istilah yang menunjukkan bahwa kamu sibuk dan nggak mau diganggu. 56. Burnout, istilah ini biasanya akrab di telinga pegawai kantoran yang bekerja 24/7, sehingga menimbulkan stress. 57. Work life balance, kondisi yang diinginkan semua pegawai kerja, yaitu kehidupan dan pekerjaan yang seimbang. 58. Noted, biasanya digunakan untuk membalas chat saat atasan memberi tugas, hihi. 59. Brainstorming, istilah untuk orang-orang yang bekerja di dunia kreatif. Umumnya diartikan sebagai “mencari ide” untuk konten atau yang lainnya. Baca Juga Contoh Percakapan Bahasa Inggris Saat Bepergian dan Artinya Bahasa Gaul Jaksel yang Berkaitan dengan Kepribadian dan Perjalanan Hidup Seseorang “Duh, ini kayaknya mental health gue udah kena!” Pernah dengar kalimat kayak gitu nggak, guys? Saat ini, banyak istilah-istilah menyangkut kepribadian maupun mental yang sering digunakan gen Z dan generasi millenial. Kamu biasa menggunakan yang mana? 60. Anxious/anxiety, istilah ini merujuk pada keadaan cemas berlebihan yang dirasakan seseorang saat menghadapi situasi yang menimbulkan rasa khawatir. 61. Mental health, artinya kesehatan mental. Semenjak munculnya Covid-19 di Indonesia, banyak orang yang semakin aware terhadap mental health. Hal ini membuktikan bahwa kesehatan tak hanya sekedar fisik, tapi juga batin. 62. Self-love, mencintai diri sendiri. Banyak orang saat ini lebih mementingkan pekerjaan dan orang lain, sehingga lupa untuk membahagiakan diri sendiri. Tapi kalau di media sosial, banyak orang yang menganggap bahwa self-love adalah kondisi di mana kita hanya perlu menyayangi diri sendiri tanpa peduli saran dari orang lain. Hmm, ini nggak disaranin ya bestie. 63. Quarter life crisis, pernah nggak merasa “Duh, hidupku mau dibawa ke mana ya?” Yap! itulah quarter life crisis. Masa ini biasanya menyerang usia 18-30 tahun yang harus menentukan arah dan tujuan hidup. 64. Panic attack, kondisi dimana tiba-tiba merasa panik dan sesak. Biasanya panic attack dapat terjadi kapanpun dan dimanapun. 65. Anhedonia, keadaan di mana kamu nggak bisa lagi merasa bahagia saat melakukan kegiatan yang kamu sukai. Hal ini biasanya akan memberikan rasa tertekan pada seseorang. 66. Bipolar, sebetulnya istilah ini merupakan salah satu mental health issue, yaitu gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara drastis. Mungkin kamu juga pernah mendengar istilah lainnya, yaitu mood swing. 67. Sandwich generation artinya generasi yang berada di antara generasi tua dan generasi muda. Biasanya, sandwich generation ini menjadi tulang punggung untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan generasi tua dan muda. 68. Insecure, merasa tidak percaya diri dan selalu merasa kurang jika dibandingkan dengan orang lain. Tentunya, istilah ini adalah lawan kata dari secure yang berarti “aman” dan tidak terganggu dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain. 69. Personal space, kondisi di mana seseorang sedang membatasi diri untuk berhubungan dengan orang lain. Istilah-istilah Gaul Jaksel tentang Sifat dan Sikap Seseorang Zaman sekarang, sifat atau sikap orang lain pun memiliki banyak sebutan di kalangan anak Jaksel, sehingga biasanya akan terdengar lebih keren dan “kekinian”. 70. Social butterfly, yaitu bahasa gaul dari mudah bersosialisasi, mudah bergaul dengan orang lain dan lebih terbuka. Familiar juga dengan sebutan ekstrovert. 71. Socially awkward, nah ini lawan katanya, yaitu sulit bersosialisasi atau mungkin bisa dikenal dengan introvert. 72. Morning person, sebutan untuk orang-orang rajin yang sudah memulai aktivitas harian setelah bangun di jam 4 atau jam 5 pagi. 73. Negative vibes, sesuatu yang memberikan aura negatif terhadap orang lain. 74. Positive vibes, sesuatu yang memberikan aura positif pada orang lain. 75. Sexist, istilah ini muncul di kalangan para pengamat gender. Biasanya orang sexist memiliki pemikiran bahwa laki-laki lebih unggul dari perempuan, atau pun sebaliknya. 76. Toxic masculinity, istilah yang digunakan untuk melarang laki-laki melakukan sesuatu yang “nggak cowok banget”. 77. Toxic positivity, suatu kondisi toxic berkedok positif demi sebuah pembelaan. 78. Feminis, sekelompok orang yang menganggap para perempuan diperlakukan tidak adil dibanding para lelaki. 79. Inner child, masih kekanak-kanakan. Biasanya kondisi ini ditujukan untuk orang yang saat masa kecilnya tidak terlalu bahagia sehingga masih terbawa di usia dewasa. 80. Flexing, istilah ini banyak ditujukan untuk para selebgram, selebtwit, dan lain sebagainya. Flexing artinya riya atau suka pamer. 81. Gatekeeping, artinya pelit atau nggak mau berbagi informasi pada orang lain. 82. Verbally abuse, ditujukan untuk orang yang suka berkata kasar sampai menyebabkan mental seseorang down. 83. Eye catching, artinya enak dilihat. 84. Good looking, biasanya digunakan sebagai julukan orang-orang yang berparas tampan atau cantik. 85. Invasion of privacy, terlalu ganggu masalah pribadi orang. 86. Judgemental, artinya mengomentari segala hal tanpa tahu fakta aslinya, dan tanpa memikirkan perasaan orang lain. 87. Overthinking, artinya berpikir terlalu berlebihan, alias memikirkan sesuatu yang seharusnya nggak perlu sampai membuat susah tidur. 88. Oversharing, memang, sih, sekarang banyak orang yang terlalu menceritakan kehidupan mereka di sosial media. Namun, jangan sampai kamu berlebihan ya! Apalagi kalau sampai membagikan hal-hal yang bersifat privacy. So, sewajarnya saja. 89. Money oriented, istilah untuk orang yang berorientasi pada uang. Istilah-istilah Jaksel Lainnya yang Sering Muncul di Sosial Media Kamu punya media sosial apa aja, nih? Twitter? TikTok? Atau Instagram? Kalau kamu aktif di ketiga sosmed tersebut, pasti nggak asing sama bahasa anak Jaksel dan artinya di bawah ini, deh. Biasanya, bahasa-bahasa gaul Jaksel juga digunakan para netizen untuk saling beradu opini atau memberi komentar di postingan para content creator. Berikut list-nya 90. FOMO fear of missing out, kondisi di mana seseorang takut banget dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang trending. Biasanya fenomena ini kerap terjadi di kalangan anak ibukota. 91. Body shaming adalah kata-kata yang menghina fisik seseorang. Misal, saat bertemu dengan teman lama, kata pertama yang diucapkan adalah, “Ih, kamu gendut banget!” Nggak boleh kayak gitu ya, guys! 92. IMO in my opinion, kata-kata ini dapat kamu gunakan saat ingin mengemukakan pendapat. Biasanya banyak digunakan di media sosial. 93. Too much information, artinya terlalu banyak informasi yang bertebaran tentang suatu hal. 94. CMIIW adalah singkatan dari correct me if I’m wrong, artinya kamu terbuka untuk menerima koreksi dari orang lain jika ada suatu hal yang keliru. 95. Valid artinya sah. Kamu pasti sering mendengar kata ini di sosial media, kan? Apalagi saat ada pendapat dari orang lain yang “kita banget,” biasanya akan muncul respon, “Asli sih, valid banget.“ 96. Me time, menikmati waktu atau menghabiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai sendirian. 97. Open minded, orang-orang yang punya pemikiran terbuka tentang ide, pendapat, atau informasi. Namun, jangan sampai hal-hal yang menyalahi aturan kamu anggap bagian dari open minded ya. 98. Detox sosmed, beristirahat sejenak dari hiruk pikuk kejamnya media sosial. 99. Healing, berarti proses penyembuhan dari luka, perasaan sedih, stress, atau mumet dari kesibukan sehari-hari. 100. Salty, istilah ini banyak muncul di Twitter. Artinya menunjukkan rasa kesal terhadap orang yang membahas sesuatu yang kamu nggak suka, intinya kayak bete. 101. Spill artinya mengajak atau meminta orang lain untuk membongkar suatu rahasia atau hal menarik yang bisa menjadi bahan perbincangan. Istilah ini diadaptasi dari slang bahasa Inggris “spill the tea”, alias, “kasih tau, dong!” 102. Staycation, bahasa gaul untuk berlibur di hotel atau tempat yang nggak jauh dari rumah karena bosan dan ingin mencari suasana baru. 103. Hidden gem, harta karun yang sering merujuk pada sebuah tempat, entah itu tempat makan enak, tempat liburan keren, dan tempat lain yang lokasinya tersembunyi dan belum banyak orang tahu. 104. Financial Freedom, istilah ini termasuk yang sering muncul juga di media sosial oleh para finance influencer. Intinya, financial freedom adalah suatu kondisi di mana seseorang keuangannya sudah stabil, kayak nggak perlu banyak pertimbangan saat ingin membeli sesuatu. Baca Juga Bahasa Inggris Puasa, Sahur, dan 170 Istilah Keagamaan Lainnya Istilah Gaul Jaksel saat di Tongkrongan 105. Roaming, biasa istilah ini dilempar ke salah satu anggota teman yang nggak mengerti obrolan di tengah tongkrongan. 106. Fancy, alias mahal sekali. Istilah ini biasanya muncul dalam konteks gaya hidup. 107. Flirtatious behavior, hmm sederhananya ini berarti “genit”, istilah ini ditujukan untuk mereka yang kerap kali menggoda seseorang dengan cara bersiul. 108. Lowkey, rahasia yang harus dijaga. 109. Circle adalah lingkaran pertemanan. 110. Denial adalah menyangkal. Orang-orang denial umumnya enggan mengakui bahwa apa yang ia lakukan itu salah. 111. At least atau bisa disingkat menjadi etlis. At least itu apa, sih? At least yaitu “setidaknya” atau “seenggaknya.” Biasanya bahasa ini sering muncul saat anak gaul Jaksel sedang mengeluh tentang kehidupan mereka. 112. Anyway, artinya ngomong-ngomong. Kamu tahu nggak, apa bedanya anyway dan by the way? Kalau anyway digunakan untuk menjadi penghubung antara bahasan sebelumnya dengan pembahasan selanjutnya, tetapi masih saling berkaitan. Nah, kalau by the way digunakan untuk penghubung antara bahasan sebelumnya dengan pembahasan lain yang tidak saling berkaitan. Kamu bisa langsung lihat contohnya di paragraf penutup bagian bawah ya! Kamus Gaul Jaksel versi Segala Tentang Diri Sendiri dalam bahasa Inggris Di zaman sekarang, katanya semua hal itu nggak harus melulu tentang orang lain. Tapi, kita juga harus mulai sayang sama diri sendiri. Nah lo, ini nih bahasa gaul Jaksel yang sering muncul versi segala tentang diri sendiri 113. Self-talk, artinya berbicara pada diri sendiri. Aktivitas ini biasanya dilakukan oleh orang-orang yang sedang dalam masa ingin memperbaiki diri atau introspeksi. Jadi, mereka harus berbicara dan mencoba bekerja sama dengan diri sendiri untuk sesuatu yang lebih baik di masa depan. 114. Self-reward, yaitu memberi penghargaan pada diri sendiri. Apakah kamu termasuk orang yang dikit-dikit membeli barang mahal untuk alasan self-reward? Xixi. Ini adalah kondisi di mana seseorang ingin melakukan sesuatu entah itu membeli barang atau pergi ke suatu tempat untuk mengapresiasi diri atas kerja keras yang sudah dilakukan. 115. Self-confidence artinya percaya diri. Contoh kalau diterapkan dalam kalimat anak gaul Jaksel, “Kita nggak boleh gampang insecure, we have to prove our self-confidence.” Intinya, jadi orang harus percaya diri dengan apa yang dimiliki saat ini. Kamus Gaul Anak Jaksel Lainnya Okey, sebetulnya bahasa-bahasa ini sering kamu temukan juga di berbagai sosial media, dan pasti sering banget kamu temukan. Ini dia 116. Addicted to, atau kalau kamu sering buka TikTok, pasti nggak asing dengan sound “amadiketu” alias plesetan dari I am addicted to yang artinya adalah kecanduan. 117. Speak up, kamu pernah baca kan, netixen Indonesia biasanya kalau membuath thread atau menceritakan sebuah pendapat dari perbuatan menyimpang disebut dengan speak up, atinya bersuara. “Setelah sekian lama mendem, akhirnya gue berani speak up tentang kasuh penipuan ini.” Begitu kira-kira yang sering muncul di sosmed. 118. Humble, artinya rendah hati. Biasanya kosakata ini dilemparkan pada mereka yang memiliki status sosial, pekerjaan, dan karier yang tinggi tapi tetap rendah hati. Humble biasa disebut juga dengan down to earth atau low profile. 119. No offense artinya “tanpa bermaksud menyinggung”, umumnya istilah ini muncul saat orang ingin menngukapkan sesuatu tentang orang lain yang bersifat kurang baik. 120. Salty, hmm apakah arti dari istilah ini adalah mengandung rasa asin? Bukan dong, guys. Istilah salty ini akan banyak kita temukan di sosial media Twitter. Seringnya, sih, muncul dari akun-akun menfess alias mention and confess. Kalau dari kamus Merriam-Webster yang merupakan salah satu rekomendasi kamus dari artikel 15 Rekomendasi Kamus Bahasa Inggris, arti dari salty adalah “rasa kesal, rasa benci, jengkel, sebal, etc.” 121. Obviously, artinya adalah “jelas sekali”. Istilah ini bisa dipakai sebagai padanan dari kata “exactly” yang artinya tepat sekali. 122. Picky, siapa di sini yang terlalu pemilih dalam memutuskan sesuatu? Nah, itu namanya picky. 123. Abusive, kalau punya pasangan, pastikan dia nggak punya sikap abusive ya! Apa, sih, artinya abusive? Abusive artinya kasar. 124. Cut off artinya memotong? Yap, istilah ini biasanya digunakan untuk “memutus suatu hubungan”, entah itu hubungan pertemanan, pershabatan, dan lain sebagainya. 125. Red flag artinya bendera merah? Hmm, nggak salah, tapi kurang tepat. Biasanya, istilah ini digunakan untuk seseorang yang baru terlihat sisi “kurang baik”-nya sehingga membuat orang-lain harus lebih waspada. 126. Boomer, istilah yang ditujukan bagi mereka yang nggak mengerti bercandaan di zaman sekarang. 127. Aesthetic, artinya ini kayak indah, ada sentuhan seni-nya gitu. Sekarang banyak kaum milenial dan gen Z yang mengutamakan unsur estetika dalam media sosial. Mulai dari bio IG aesthetic, instastory estetik, dan masih banyak lagi. Bahasa Anak Jaksel dalam Bahasa Inggris yang Terbaru dan Artinya Seperti yang kamu tahu, karena zaman terus berkembang, maka kata kata Jaksel yang muncul dari kalangan anak Jaksel pun kian bertambah list-nya. Simak beberapa bahasa gaul Jaksel terbaru berikut ini! 128. Perhaps later Mungkin nanti129. Ended up Pada akhirnya130. Mindfulness Perhatian131. Sugar coating, artinya janji atau perkataan yang dimanis-maniskan agar memberi kesan positif pada lawan Bare necessities Perilaku normal, hal dasar yang bisa dilakukan banyak Let’s say Katakanlah134. Mostly Sebagian besar135. Meanwhile Sementara itu — Itulah kumpulan bahasa gaul anak Jaksel yang akan menambah kosakata Bahasa Inggris-mu. Eh eh, jangan lupa, gunakan istilah-istilah di atas pada orang yang tepat ya! Oh ya, kamu pernah dengar, lihat, atau mungkin pernah menggunakan bahasa gaul Jaksel yang lain nggak, nih? Yuk, coba tuliskan di kolom komentar! By the way, belajar bahasa Inggris tuh nggak cukup dari bahasa Jaksel aja, guys. Soalnya, bahasa Jaksel terkadang nggak sesuai dengan grammar dan penggunaannya sering dicampur dengan bahasa Indonesia. Coba deh, kamu belajar juga di English Academy supaya lebih proper sesuai. Ingin belajar TOEFL? Bisa! Mau konsultasi langsung dengan native speaker? Gampang! Atau kamu tertarik untuk belajar bahasa Inggris secara online hanya melalui HP dan laptop? Yak, English Academy jawabannya! Yuk, cek terlebih dahulu kemampuan bahasa Inggris-mu melalui Placement Test dan tentukan kelasmu. Okay? Sampai jumpa di kelas English Academy!
Bener ga sih anak IPA lebih pintar dari anak IPS? Artikel ini membahas berbagai miskonsepsi tentang jurusan IPA dan IPS SMA. Halo, guys! Buat lo yang sekarang di bangku SMA, pasti tau dengan istilah “penjurusan”. Penjurusan di SMA ini secara umum dibagi menjadi IPA Ilmu Pengetahuan Alam dan IPS Ilmu Pengetahuan Sosial. Dulu sih masih ada beberapa sekolah yang masih memberikan opsi jurusan Bahasa mungkin sekarang masih ada juga. Sebelum itu, penjurusan di SMA bahkan dibagi menjadi lebih spesifik, ada jurusan Matematika, Fisika, Kimia, Bahasa, dll. Tapi untuk pembahasan artikel kali ini, gua mau fokus untuk bahas tentang perbandingan jurusan IPA dan IPS. Ngomong-ngomong soal penjurusan, sebetulnya apa sih tujuan dari penjurusan? Katanya sih, penjurusan ini punya tujuan untuk bikin siswa jadi fokus sama salah satu rumpun ilmu pengetahuan tertentu. Berarti idealnya nih, lo yang belajar IPA akan lebih fokus belajar tentang ilmu-ilmu yang mempelajari bagaimana alam ini bekerja seperti Fisika, Kimia, dan Biologi. Sementara lo yang jurusan IPS akan lebih ngulik ilmu tentang interaksi sosial masyarakat seperti Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Sosiologi. Cuma masalahnya, apakah betul pemisahan jurusan antar IPA dan IPS betul-betul merepresentasikan konsep itu? Sebelum lanjut, gua mau cerita pengalaman kecil gua beberapa waktu yang lalu dicurhatin sama sepupu yang baru aja memutuskan jurusannya. Berhubung sepupu gua ini seneng debat ngikutin perkembangan politik dan ekonomi mancanegara, dia memilih IPS sebagai penjurusan di masa SMA-nya. Setelah sebulan menjalani kegiatan belajar-mengajar, sepupu gue mengeluh bahwa dia selalu dibanjiri dengan pertanyaan sama teman-temannya. “Eh kenapa sih masuk IPS? Padahal kan lo pinter!” JREENG….!! Nah lho, pernah gak sih lo yang punya nilai akademis oke di jurusan IPS ditanyain hal yang sama? Emangnya kalau sepupu gue pinter, kenapa temen-temennya pada nanyain kenapa dia nggak masuk jurusan IPA? Emang kalau lo pinter harus masuk jurusan IPA, ya? Emangnya anak-anak di jurusan IPS itu nggak sepinter mereka yang di IPA yak? Mitos dan salah kaprah antara jurusan IPA dan IPS. Kalo mau bicara konsep ideal dari tujuan awal pemisahan antara dua rumpun ilmu tersebut, tentu saja jawabannya nggak dong, anak IPA dan IPS kan punya ranahnya masing-masing. Tapi kalo kita balik ke realita, nggak bisa dipungkiri bahwa emang ada fenomena ganjil dalam dunia pendidikan kita, dimana jurusan IPS dinilai lebih inferior dibandingkan jurusan IPA. Bahkan kalo dibedah, jurusan IPA seolah-olah dipandang sebagai jurusan yang berisi anak-anak yang rajin belajar, suka ngitung, anak baik-baik, pekerja keras, tapi kurang banyak bergaul karena kebanyakan waktunya dihabisin di tempat les/bimbel. Sedangkan anak-anak IPS dipandang sebagai kumpulan anak yang males belajar, tukang main, lebih jago hafalan, punya kemampuan bergaul yang lebih oke dibandingkan dengan anak-anak IPA. Pandangan seperti ini emang nggak cuma lo doang yang ngerasain di jaman sekarang ini. Miskonsepsi ini sebetulnya udah jadi semacam stigma nggak tertulis selama bertahun-tahun dari generasi ke generasi. So, jangan heran kalo stereotype semacam ini nggak cuma ada di pikiran pelajar SMA, tapi juga sampai ke kalangan orangtua bahkan beberapa guru tertentu. Nah, dalam kesempatan kali ini, gua mau coba ngebahas beberapa miskonsepsi atau pandangan umum yang keliru antara jurusan IPA dengan jurusan IPS. Okay, langsung aja yuk kita mulai pembahasannya Mitos 1 – Jurusan IPA Lebih Superior dan Bergengsi daripada Jurusan IPSMitos 2 – Anak IPA Kuat di Hitungan, IPS Lebih Kuat di HafalanMitos 3 – Anak IPA Sudah Seharusnya Lebih Jago Matematika daripada Anak IPSMitos 4 – Anak IPA Bisa Masuk Semua Jurusan Kuliah, Anak IPS Cuma Bisa Soshum Mitos 1 – Jurusan IPA Lebih Superior dan Bergengsi daripada Jurusan IPS Penyebab adanya miskonsepsi seperti ini bisa jadi bermacam-macam, dari mulai kualitas soal dan tingkat kesulitan yang jomplang antara pelajaran-pelajaran IPA dengan IPS, kualitas/kemampuan guru IPA dan IPS yang berbeda, sampai gengsi dari kalangan orangtua murid. Hal-hal seperti inilah yang justru secara simultan menguatkan miskonsepsi ini dari waktu ke waktu. Tanpa sadar hal seperti ini yang membentuk stigma terhadap jurusan IPA maupun IPS. Sehingga siswa yang nilai akademiknya oke dituntut untuk masuk ke jurusan IPA, padahal mungkin sebetulnya ketertarikan minat dia adalah topik-topik yang berbau sosial. Cuma karena gak mau dicap sebagai “anak kurang rajin belajar jadi gak mampu masuk IPA” jadinya milih jurusan yang sebetulnya bukan minat dia. Sebaliknya, siswa yang nilai akademiknya kurang oke jadi terpaksa masuk IPS karena standar nilai untuk masuk penjurusan IPA lebih tinggi daripada jurusan IPS, padahal mungkin sebetulnya minat anak ini lebih suka topik yang berkaitan dengan ilmu alam, cuma karena dia males belajar aja jadi terpaksa masuk IPS. Nah, menurut gua sih idealnya baik lo yang mau masuk jurusan IPA atau IPS, dua-duanya harus punya standar sendiri-sendiri. Jadi, konsepnya bukan yang gak lulus jurusan IPA, langsung dimasukin ke jurusan IPS. Tapi dilihat dulu, apakah anak tersebut memang layak untuk masuk jurusan IPS atau enggak. Intinya setiap siswa diberikan kebebasan untuk memilih jurusan-nya sesuai dengan minat mereka masing-masing, yang tentu cermin yang paling mudah untuk melihat minat adalah nilai akademis masing-masing pelajaran. Terlepas dari nilai akademis itu, emang sebaiknya penjurusan itu dikembalikan lagi pada keputusan masing-masing siswa. So, dengan ada standardisasi dan konsep seperti itu, sebetulnya nggak perlu ada tuh jenjang superioritas-inferioritas di antara dua bidang tersebut. Baik IPA maupun IPS sebetulnya sama-sama membutuhkan kompetensi yang berbeda-beda dan setiap pelajar bisa jadi bener-bener jago di bidangnya masing-masing. Mitos 2 – Anak IPA Kuat di Hitungan, IPS Lebih Kuat di Hafalan Ini adalah salah satu stereotype yang dari dulu sampe sekarang awet banget nempelnya di masyarakat. Seolah-olah tingkat kecerdasan siswa itu cuma dibagi jadi dua tolak ukur doang hitungan dan hafalan. Kalo lo jago hitungan ya itu tandanya lo cocok masuk ke jurusan IPA, kalo lo jago ngehafalin, berarti lo cocoknya masuk jurusan IPS. This is so wrong in so many ways! Nggak ada satu pun pelajaran hitungan di IPA, baik Fisika, Kimia, dan Biologi itu sama sekali bukan pelajaran berhitung. Kalau pun ada yang namanya pelajaran berhitung, yang paling deket itu ya pelajaran Akuntansi, itu pun malah dia lebih pas masuk ke jurusan ada satu pun pelajaran di IPS yang menuntut hafalan, kalo sekarang lo yang di jurusan IPS masih banyak ngehafalin materi pelajaran, berarti cara belajar lo yang keliru. Baik Sejarah, Sosiologi, Ekonomi, maupun Geografi itu pelajaran yang menuntut pemahaman konseptual yang komprehensif. Sementara kalo lo udah ngerti konsepnya, dengan sendirinya juga lo akan hafal sama istilah-istilah yang digunakan. Nih ya, gua mau bahas sedikit pembedahan tingkat kecerdasan yang jauh lebih bener daripada pembagian hafalan-hitungan. Berdasarkan Bloom’s Taxonomy, kemampuan manusia dalam domain kognitif terbagi menjadi tiga aspek, yaitu Level 1 Knowledge, yang termasuk dalam knowledge adalah pengetahuan kita mengenai fakta-fakta atau terminologi yang spesifik, pengetahuan mengenai metode-metode tertentu, dan pengetahuan mengenai prinsip-prinsip dan teori-teori 2 Comprehension, Sedangkan comprehension merupakan kemampuan kognitif yang melibatkan kemampuan untuk memahami konsep, membandingkan konsep, menginterpretasikan suatu fenomena atau abstraksi tertentu, dan dapat menyimpulkan main idea dari pembahasan-pembahasan 3 Critical Thinking, terdiri dari beberapa dimensi, yaitu analysis, evaluation, synthesis. Analysis menguji dan menguraikan informasi dan/atau pengetahuan dengan cara mengidentifikasi komponen-komponen dari informasi tersebut misalnya penyebab, efek, dan prevalensiEvaluation mengajukan dan mempertahankan opini dengan cara membuat penilaian mengenai informasi dari gagasan berdasarkan dengan kriteria-kriteria mengumpulkan informasi-informasi terkait suatu gagasan tertentu untuk membuat suatu kesimpulan dan menghasilkan gagasan alternatif Suatu aktivitas pembelajaran dapat dikatakan efektif dan memberikan manfaat ketika aktivitas tersebut dapat membawa kita ke level 3 kognisi critical thinking. Ketika kita cuma itung-itungan dengan ngehafal rumus, atau tau istilah-istilah dengan cara ngehapal, maka lo hanya sampai ke level kognitif knowledge doang. Nah untuk bisa belajar dengan cara yang bener, lo justru jangan cuma sampai ke level-1 doang, tapi lo juga dituntut untuk mengolah knowledge itu menjadi level 2 comprehension hingga ke level 3 analysis, evaluation, dan synthesis. Konsep inilah yang selama ini dibahas sama Glenn di artikel sebelumnya tentang perbedaan studying dengan learning. Intinya, banyak dari kita yang hanya menerapkan studying, dan masih jauh dari learning. Kita masih banyak menghafal rumus, sedangkan harusnya kita udah menerapkan rumus-rumus tersebut bahkan menjadi sesuatu penemuan yang berguna. So, menurut gue, baik ketika lo masuk jurusan IPA ataupun jurusan IPS, hafalan dan hitungan itu bukanlah hal yang patut lo pusingin. Justru hal yang harus lo pastikan adalah apakah lo paham dengan apa yang disampaikan oleh guru/apa yang sedang lo pelajari. Ketika lo udah paham sama suatu konsep, secara otomatis lo akan familiar dengan konsep tersebut, dan tanpa intensi untuk menghafal, lo akan hafal istilah-istilah dan rumus-rumus itu dengan sendirinya. Pas SMA, gue punya prinsip “Yang penting ngerti dulu, kalau hafal mah itu bonus buat gue.” Mitos 3 – Anak IPA Sudah Seharusnya Lebih Jago Matematika daripada Anak IPS Miskonsepsi ini sebetulnya salah satu yang paling parah, bahkan di terjadi di kalangan guru sekalipun. Lo tau nggak sih kalo sebetulnya matematika ini bukanlah cabang dari bidang IPA natural science, dan bukan juga IPS social science. “Lha, bukannya selama ini gua pikir matematika itu identik dengan jurusan IPA?“ Nope. IPA maupun IPS adalah science. Maksudnya science, itu artinya ilmu mempelajari hal yang konkrit, sedangkan matematika itu adalah ilmu abstrak, bukan konkrit. Jadi sekali lagi, matematika itu bukan science. Istilah science artinya kita mempelajari ilmu yang bisa diamati dan bisa direpresentasikan dalam dunia nyata, pembuktiannya disebut dengan evidence. Sedangkan inti dari matematika itu adalah abstract modeling dari logika dimana pembuktiannya biasa disebut dengan proof. Jadi matematika merupakan ilmu pengetahuan murni yang bersifat abstrak dan dia bisa berdiri sendiri tanpa sokongan ilmu-ilmu lain. So, Matematika itu sama sekali nggak identik sama hitungan apalagi jurusan IPA. Matematika itu gak nyambung sama sekali sama ilmu alam maupun hitungan. Jadi sebetulnya baik jurusan IPA maupun IPS harus sama-sama menguasai pelajaran matematika dengan baik, karena konsep-konsep dasar dari matematika bisa diterapkan untuk membantu cabang-cabang ilmu lainnya dalam proses pengembangan ilmu tersebut. Mitos 4 – Anak IPA Bisa Masuk Semua Jurusan Kuliah, Anak IPS Cuma Bisa Soshum Ketika gue UTBK, banyak temen gue yang ngeluh karena anak-anak IPA dianggap sering “mengambil lahan” anak-anak IPS ketika memasuki jurusan-jurusan pas mau kuliah. Sebetulnya sih, hal ini ada benernya juga, mengingat banyak banget anak-anak yang dulunya berada di jurusan IPA tapi pas UTBK ngambil jurusan IPC supaya bisa ambil jurusan IPS pas kuliahnya. Termasuk gue juga dari jurusan IPA emang akhirnya milih ngambil Psikologi di UI, hehe.. Terus biasanya kalo anak-anak IPA yang ngambil IPC ada yang lulus pas UTBK-nya dalam ngambil jurusan seperti Psikologi, Ekonomi, atau Hubungan Internasional, langsung pada menggerutu seperti ini. “Halah anak IPA kenapa sih masih ngerebut aja lahan anak IPS!? Padahal kan mereka udah punya jurusannya sendiri, kenapa gak dari awal aja kalo gitu mereka ambil jurusan IPS? Mereka kan pinter-pinter jadi gampang aja kalo mau ngambil soshum, sedangkan kita yang di IPS kan gak bisa segampang itu ngambil jurusan IPA.“ Nggak sedikit juga lho, lo ngedengerin komentar seperti ini, terutama nanti begitu lo yang di kelas 12 SMA udah mulai mikirin jurusan kuliah. Sebenernya sikap seperti ini mungkin lo anggep sebagai celotehan biasa aja, tapi jangan salah lho. Sikap seperti ini tuh bisa diterjemahkan sebagai sikap inferior yang juga berperan menambah pupuk paradigma yang salah tentang pembagian IPA maupun IPS. Kita semua sebetulnya juga tau kan, kalo jurusan IPA maupun jurusan IPS sebetulnya bisa aja kok daftar IPC pas UTBK. Tinggal seberapa niat aja lo belajar sebelum UTBK dan seberapa siap elo untuk ngehadapin persaingan untuk mendapatkan jurusan di universitas tersebut. Jadi seharusnya nih, baik jurusan IPA maupun IPS ya kembali pada kompetisi yang fair dan sejajar sebagai sesama intelektual muda untuk bisa mendapatkan jurusan kuliah dan universitas yang diinginkan. Sekilas info aja, sejauh yang gua tau para pengguna Zenius dari bertahun-tahun belakangan ini udah buanyaak banget kok yang berhasil lolos UTBK lintas jurusan dengan mengambil IPC atau malah langsung nyebrang IPA ambil UTBK Soshum / IPS ngambil UTBK saintek. Intinya sih emang tinggal seberapa besar lo berusaha dan berjuang, berikut ini beberapa catatan perjuangan mantan murid zenius dari tahun ke tahun Catatan Perjuangan Murid Zenius yang Lolos UTBK 2020 14 Ribu Murid Zenius Berhasil Lolos UTBK 2020 **** So, in the end, gue cuma mau nekenin kalau sebenarnya IPA dan IPS itu bukanlah dua disiplin ilmu yang berlainan satu sama lain, bukan juga dua disiplin ilmu yang berada di satu kontinum yang sama maksudnya gak bisa dibandingkan kalo ilmu X lebih baik dari pada ilmu Y. Setiap cabang ilmu pengetahuan menurut gue memiliki landasan berpikir masing-masing tapi ilmu-ilmu tersebut juga bisa terintegrasi satu sama lain dalam menjelaskan segala hal yang terjadi di alam semesta ini. Pemisahan antara “alam” dan “sosial” sebetulnya hanyalah simplifikasi dan label untuk melihat suatu fenomena dari satu sudut pandang tertentu. Misalnya gini deh, ketika kita meninjau kembali tentang fenomena wabah Black Death yang terjadi di Eropa pada abad 14, kita bisa meninjau fenomena ekstrim ini dari berbagai sudut pandang disiplin ilmu. Buat lo yang belum tau, Black Death merupakan pandemi wabah penyakit pertama di dunia, dengan total kematian diperkirakan hingga 200 juta jiwa! itu hampir sama banyaknya dengan jumlah populasi penduduk Indonesia sekarang lho. Penyebabnya cuma bakteri yang namanya Xenopsylla cheopis. Hal ini mungkin bisa ditinjau dari sudut pandang biologi tentang bagaimana wabah ini menyebar dengan sistem parasit 2 level. Tikus Rattus ratus yg diparasiti oleh Pinjal Xenopsylla cheopsis dan diparasiti lagi oleh bakteri pes Yersinia pestis. Tapi, fenomena ini juga bisa ditinjau dari sudut pandang lain seperti perubahan sosiologi masyarakat Eropa yang berubah drastis. Sampai dalam sudut pandang politik dengan mulai dari berkurangnya kepercayaan terhadap otoritas Kerajaan Roma. Nah, dari contoh fenomena wabah Black Death yang gua sedikit kupas di atas, kita jadi punya gambaran komprehensif terkait fenomena-fenomena tertentu di lingkungan kita dengan melihat dari berbagai macam sudut pandang, baik segi alam maupun sosial. Selain itu, kita juga bisa mengambil kesimpulan yang tepat terkait suatu fenomena kalau kita bisa menganalisisnya dari berbagai sudut pandang dan memilih sudut pandang mana yang paling pas dan bisa menjelaskan fenomena-fenomena yang kita analisis. Akhir kata pesen gua cuma satu, bahwa sebetulnya yang namanya ilmu itu gak bisa kita kategoriin sebagai IPA atau IPS, itu sebetulnya cuma label agar memudahkan untuk dipelajari doang. Karena pada hakikatnya, alam semesta ini bekerja dan berinteraksi dalam satu kesatuan sebagaimana adanya kita lihat sekarang ini, dan pembagian ilmu itu hanyalah penalaran kita untuk memudahkan cara kita memandang suatu fenomena yang terjadi. Berani sekalian ngetes Fundamental Skill lo? Nih, cobain Zencore! Dengan fitur adaptive learning, lo bisa tau seberapa jago kemampuan penalaran lo lewat kuis CorePractice, sekaligus upgrade diri biar makin cerdas. Lo juga bisa ajak temen-temen buat push rank. Klik banner di bawah buat cobain! Keterangan Sumber Huitt, W. 2004. Bloom et al.’s taxonomy of the cognitive domain. Educational Psychology Interactive, 22. Carey, S. 2009, “Where our number concepts come from”, Journal of Philosophy 106 4 220–254