Salahsatu jenis pupuk yang cukup banyak digunakan petani adalah pupuk urea. Urea disebut juga pupuk nitrogen (N) karena memiliki kandungan nitrogen yang tinggi yakni 46%. Urea dibuat dari reaksi antara amoniak (NH3) dengan karbondioksida (CO2) dalam suatu proses kimia menjadi urea padat berbentuk prill atau granul. Berapakg pupuk yang mengandung 30 nitrogen yang harus ditambahan pada 120 kg. Berapa kg pupuk yang mengandung 30 nitrogen yang. School Universitas Indonesia; Course Title GENERAL USM; Uploaded By ChancellorMask625. Pages 20 This preview shows page 7 - 9 out of 20 pages. Misalnya pupuk urea berkadar N 45-46% artinya setiap 100% kg urea terdapat 45-46 kg hara nitrogen. Pupuk anorganik memiliki kelebihan mudah disimpan, harga relatif lebih murah, mudah diserap oleh tanaman, lebih mudah memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman dengan komposisi yang sesuai ( persentase ) dan penggunaan pupuk lebih mudah dilakukan. Bentuknitrogen yang kompatibel dengan kebutuhan tanaman inilah yang terkandung dalam pupuk. "Ibaratnya makanan, nitrogen adalah sayuran mentah yang belum siap dikonsumsi, maka harus dimasak dulu dengan menambahkan bumbu-bumbu tertentu" Nitrogen untuk Tanaman. Ada 3 bentuk unsur nitrogen yang berguna bagi tanaman, yaitu urea, nitrat dan Kumpulkanbilangan bervariabel B di sebelah kiri dan konstanta di sebelah kanan, sehingga. 30%B - 27.5%B = 33 kg - 24 kg. 2.5%B = 9 kg. B = 9 kg / 2.5%. = 9 kg x 100 / 2.5. = 360 kg. Jadi berat pupuk yang mengandung 30% nitrogen adalah 360 kg. Semoga dapat dipahami ya :) bila kurang jelas, tanyakan saja. Thanks. Pupukurea mengandung unsur hara N sebesar 46% dengan pengertian setiap 100 kg urea mengandung 46 kg Nitrogen. Kegunaan pupuk Urea Unsur hara Nitrogen yang dikandung dalam pupuk Urea sangat besar kegunaannya bagi tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan, antara lain: 1. Zinkberperan penting dalam mengikat nitrogen yang sudah ditangkap oleh Mn. Itu adalah manfaat dari masing-masing unsur hara mikro untuk jagung. Memahami begitu banyaknya manfaat dari unsur hara mikro, maka Anda harus memilih pupuk pemberat buah jagung yang mengandung unsur hara mikro lengkap untuk proses pertumbuhan dan pembuahan jagung. 2. Pupukini memiliki bentuk butiran granul berwarna biru pudar yang biasanya dikemas dalam kemasan plastik. Pupuk NPK Mutiara mengandung 5 unsur hara yakni 16 persen nitrogen, 16 persen P2 o5 atau fosfat, 16 persen K2O atau kalium, 0,5 persen MgO atau magnesium dan 6 persen CaO atau kalsium. Bisa dibilang pupuk NPK Mutiara 16-16-16 adalah pupuk yang paling sering ditemukan di kalangan pengoleksi tanaman hias. Pupuk ini memiliki manfaat yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dengan cepat. BDnrC. FilterKesehatanObat - ObatanVitamin & MultivitaminPerlengkapan MedisRumah TanggaLain-LainTamanMasukkan Kata KunciTekan enter untuk tambah kata produk untuk "pupuk za" 1 - 60 dari MEROKE ZA 50 KG KEMASAN PABRIK VIA GOSEND BaratMilkyku 24Adpupuk MKPmono kalium posphatemencegah kerontokan&mempercepat 1 rb+AdPUPUK MEROKE ZA 1 KG KEMASAN REPACK AMONIUM BaratMilkyku 2 rb+Adpupuk gandasil D - pupuk daun dan tanaman hias 500 1 rb+AdPupuk ZA Ammonium Sulfate / Ammonium Sulfat TangerangNIO 500+PUPUK MEROKE ZA 1 BaratSAHABAT 250+Sisa 2Pupuk Tanaman ZA 50 kg Meroke Tetap Jaya 2%Jakarta UtaraPRALINE 14PUPUK MEROKE ZA 1 KG KEMASAN REPACK AMONIUM BaratMilkyku 2 rb+Pupuk ZA Ammonium Sulfate / Ammonium Sulfat TangerangNIO 500+Pupuk ZA amonium sulfate dari meroke isi TANI 40+ Banyak penelitian yang membuktikan bahwa pemupukan mempengaruhi hasil pertanian. Dalam teorinya, fertilizer masuk dalam faktor produksi beserta tenaga kerja, modal, dan input lainnya dalam usahatani. Petani pun harus mengetahui bagaimana langkah menghitung kebutuhan pupuk. Pemupukan harus didasari oleh tepat waktu dan tepat dosis. Pemupukan tepat waktu memberikan keterangan tentang kapan unsur pupuk diberikan sedangkan tepat dosis menerangkan tentang berapa jumlah pupuk yang harus diberikan sesuai dengan umur tanaman. Sebagai contoh tepat waktu adalah bahwa pupuk unsur N, biasa diberikan pada saat tanaman memasuki fase vegetatif, sedangkan pupuk yang mengandung unsur P dan K biasanya diberikan saat tanaman memasuki fase generatif. Jika kita memberikan unsur N pada fase generatif dimana saat itu tanaman sedang memulai tahap pembungaan, justru kita akan menjumpai tanaman tersebut terlalu rimbun dan terlambat untuk berbunga. pemupukan harus tepat dosis dan waktu Berbagai kendala yang terkadang kita hadapi saat membaca informasi kebutuhan pupuk. Jika kita menjumpai informasi tentang kebutuhan pupuk urea 200 kg perhektar, maka tidak menjadi masalah jika kita juga menjumpai urea di sekitar lingkungan kita. Namun, menjadi kendala apabila yang tersedia di toko pertanian sekitar kita adalah pupuk majemuk N P K dengan perbandingan 15 15 15. Tentu kita akan berhitung sejenak untuk mengkonversi berapa berat pupuk majemuk tersebut yang kandungan unsur N-nya setara dengan urea 200 Kg. Ciri Khas Pupuk Kimia Makro Unsur N, P, dan K merupakan unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang tidak sedikit dibandingkan unsur-unsur lainnya. Keberadaan unsur tersebut dapat dikatakan sebuah keharusan apabila ingin memiliki tanaman sehat dan menghasilkan. Kebutuhan unsur tersebut dapat dipenuhi dengan mengandalkan pupuk – pupuk kimia seperti urea, SP-36 dan Kcl. Ciri khas pupuk kimia tersebut adalah kandungan unsur didalam pupuk. Sebagai contoh Urea hanya mengandung unsur N sebesar 45%, SP-36 mengandung unsur P sebanyak 36%. Sedangkan Kcl mengandung unsur K sebesar 60%. Hal ini yang menjadi alasan kuat mengapa penggunaan pupuk kimia secara terus menerus dapat merusak tanah. Karena pada pupuk kimia tersebut hanya digunakan sebagian oleh tanaman atau menguap ke udara, sedangkan unsur pembawa atau pengikat dari unsur utama tersebut tetap tinggal didalam tanah dan sulit terurai. Urea, hanya 45% dari pupuk tersebut yang digunakan oleh tanaman, begitu juga SP-36 dan KCL. Penggunaan yang berulang-ulang akan menjadi tanah keras dan tandus. Menghitung Kebutuhan Pupuk/fertilizer Berdasarkan informasi kandungan unsur dalam pupuk kimia tersebut, kita bisa mengetahui dan mengkonversi kebutuhan pupuk baik yang akan digunakan untuk pupuk tunggal ataupun pupuk majemuk. Sebagai tambahan informasi, ada pupuk majemuk yang terdiri dari NPK dengan kandungan 161616, ada juga pupuk majemuk dipasaran dengan kandungan NPK sebesar 151515. Pada contoh yang akan saya berikan kita menggunakan NPK 15 1515. Apapun merk dagangnya, tentu ada keterangan dalam kemasan perbandingan unsur N P dan K Berapa jumlah pupuk NPK 151515 yang kandungannya setara dengan unsur N dalam urea 200Kg. Jumlah unsur N dalam urea sebesar = 45/100 x 200 = 90 Kg. Karena kandungan N dalam pupuk majemuk sebesar 15%, maka jumlah pupuk majemuk yang memiliki kandungan N sebesar 90 Kg adalah 100/15 x 90 = 600 kg Sehingga diperoleh hasil bahwa pupuk majemuk NPK 151515 memiliki kandungan unsur N yang sama dengan urea yang beratnya 200 Kg. Jika anda menjumpai rekomendasi jumlah pupuk dengan keterangan hanya unsur N bukan urea maka anda tidak perlu lagi menghitung jumlah N dalam Urea seperti contoh diatas, langsung konversikan dari unsur N yang diperoleh kedalam pupuk majemuk. Misal Kebutuhan N = 150 kg/ha, maka konversi ke pupuk NPK 151515 adalah 100/15 x 150 = 1000 kg/ha Satu hal penting yang harus anda ingat adalah apabila menjumpai paket rekomendasi pemupukan dengan beberapa unsur sekaligus, maka gunakanlah angka terkecil sebagai perhitungan untuk mengkonversi kedalam kebutuhan pupuk majemuk. Hal ini untuk menghindari kelebihan dosis pupuk yang dapat merusak tanaman Misal Paket rekomendasi unsur N sebanyak 150 kg/ha, unsur P sebanyak 100 kg/ha dan unsur K sebanyak 80 kg dalam satu kali pemupukan. Maka kita menggunakan nilai kebutuhan K sebesar 80 kg untuk mengkonversi ke pupuk majemuk. 100/15 x 80 = 533 kg/ha Sedangkan untuk kekurangan unsur N dan P sebaiknya dipenuhi dengan pupuk tunggal, misalnya kita penuhi dengan urea dan SP-36. Sehingga urea dan SP-36 yang kita butuhkan adalah Urea Dalam pupuk NPK yang digunakan diatas sudah mengandung unsur N sebesar 15/100 x 533 kg = 80 kg Sehingga kekurangannya adalah 150 – 80 = 70 Kg Kebutuhan urea = 100/45 x 70 = 155 kg SP-36 Dalam pupuk NPK yang digunakan diatas sudah mengandung unsur P sebesar 15/100 x 533 kg = 80 kg Sehingga kekurangannya adalah 100 – 80 = 20 Kg Kebutuhan SP-36 = 100/36 x 20 = 55 kg Sehingga pupuk yang kita butuhkan adalah pupuk majemuk NPK 533 kg, urea 155 kg, dan SP-36 55 Kg. Perhitungan ini bisa anda praktekkan dengan jenis pupuk lainnya sesuai informasi kandungan unsurnya. Terima Kasih telah berkunjung Update 9 November 2019 Saya mendapat pertanyaan dari pembaca yang cukup bagus. Yakni bagaimana menentukan penggunaan pupuk apabila dijumpai komposisi pupuk majemuknya tidak sama. Pada contoh diatas, komposisi N, P dan K dalam pupuk majemuk sama; kadang 161616 atau 151515. lalu bagaimana jika menjumpai pupuk majemuk dengan perbandingan NPK 162025? contoh pertanyaannya adalah kebutuhan pupuk N 120 Kg, P 150 Kg, dan K sebanyak 90Kg. perbandingan pupuk majemuknya adalah 162025. pada dasarnya dalam penggunaan pupuk sangat menghindari kelebihan dosis atau menganut asas tepat dosis. jadi batas minimal dari penggunaan pupuk tunggal kita tentukan dalam penentuan pupuk majemuk, barulah sisanya menggunakan pupuk tunggal. kita gunakan beberapa skenario, yakni skenario 1 jika memenuhi N keseluruhan pada pupukk majemuk. skenario 2, memenuhi keseluruhan P dalam pupuk majemuk, dan skenario 3, memenuhi keseluruhan kebutuhan pupuk K dalam pupuk majemuk. dalam setiap skenario tersebut kita tentukan mana skenario yang tidak melebihi dosis yang ditentukan. Pada skenario 1, dimana N sebanyak 120 Kg akan dipenuhi dengan pupuk majemuk tersebut sebanyak 750Kg perbandingan 16%. dalam kandungan pupuk majemuk 750 Kg dengan perbandingan NPK 162025 maka terkandung N 120 Kg, P 150, dan K Kg. Skenario ini tidak bisa digunakan karena K melebihi dosis. Pada skenario 2, dimana P sebanyak 150 Kg akan dipenuhi dengan pupuk majemuk tersebut sebanyak 750Kg perbandingan 20%. dalam kandungan pupuk majemuk 750 Kg dengan perbandingan NPK 162025 maka terkandung N 120 Kg, P 150, dan K Kg. Skenario ini juga tidak bisa digunakan karena K melebihi dosis. Pada skenario 3, dimana K sebanyak 90 Kg akan dipenuhi dengan pupuk majemuk tersebut sebanyak 360Kg perbandingan 16%. dalam kandungan pupuk majemuk 360 Kg dengan perbandingan NPK 162025 maka terkandung N Kg, P 72, dan K909 Kg. Skenario bisa digunakan karena tidak ada pupuk yang melebihi dosisnya. jadi skenario 3 bisa digunakan dengan penggunaan pupuk majemuk 360 KG. kemudian menambahkan pupuk tunggal untuk memenuhi N dan P yang belum terpenuhi pada pupuk majemuk tersebut. Selanjutnya, perhitungan kebutuhan pupuk dalam pot untuk tanaman pekarangan rumah dapat dibaca pada artikel berikut Menghitung kebutuhan pupuk dalam pot. Post Views 177 Pemeliharaan dan Pemupukan Tanaman Kubis Kol Budidaya Hortikultura & Tanaman Pangan – Kubis Brassica oleracea L. merupakan salah satu jenis tanaman sayuran daun yang umumnya ditanam di dataran tinggi yang berhawa sejuk. Namun kini ada varietas kubis kol yang dapat ditanam dan tumbuh dengan baik di dataran rendah. Tanaman kubis dapat tumbuh maksimal pada tanah yang subur, gembur, porous dan banyak mengandung humus. pH ideal untuk tanaman kubis antara 6 hingga 7. Waktu tanam kubis yang baik adalah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Pun demikian kubis dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Tanaman kubis dapat dibudidayakan di dataran rendah, menengah hingga dataran tinggi dengan menyesuaikan varietas dan teknik budidaya. Kubis dapat tumbuh subur apabila syarat tumbuhnya terpenuhi. Bagaimana Cara Menyuburkan Tanaman Kubis? Selain iklim, keseuaian varietas, kondisi tanah, pH tanah, ketersediaan unsur hara juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kubis. Nutrisi atau unsur hara sudah tersedia di dalam tanah, namun tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman kubis. Sehingga untuk menyuburkan tanaman kubis perlu diberikan pupuk tambahan baik berupa pupuk kimia maupun pupuk organik. Pemupukan tanaman kubis dilakukan 3 atau 4 kali dalam satu kali musim tanam, mulai sebelum tanam pupuk dasar dan beberapa hari setelah bibit ditanam pupuk susulan. Tanaman Kubis Umur 20 HST Foto Jenis-jenis Pupuk untuk Tanaman Kubis Jenis-jenis pupuk untuk tanaman kubis adalah pupuk yang mengandung unsur hara makro dan mikro. Pupuk yang mengandung unsur hara makro misalnya pupuk nitrogen N, pupuk phosphat P, pupuk kalium K, calsium. Pupuk mikro misalnya pupuk daun yang diaplikasikan dengan cara penyemprotan. a. Pupuk nitrogen N misalnya urea, ZA, pupuk cantik b. Pupuk phosphat P SP 18, SP 36 atau TSP c. Pupuk kalium K pupuk KCl d. Pupuk calsium Ca kapur dolomit/kapur pertanian e. Pupuk mikro pupuk daun Dosis, Waktu dan Cara Pemupukan Tanaman Kubis per 1 Hektar Pemupukan tanaman kubis dapat dilakukan dengan cara dikocor atau ditaburkan. Kebutuhan pupuk tanaman kubis dalam 1 hektar antara lain ; pupuk kandang 8 – 10 ton, pupuk urean 200 kg, pupuk ZA 250 kg, pupuk SP 36 250 kg dan pupuk KCl 200 kg. Jumlah kapur dolomit/kapur pertanian disesuaikan dengan kebutuhan. Berikut ini cara pemberian pupuk tanaman kubis mualai dari pupuk dasar hingga pupuk susulan terakhir ; Tanaman kubis umur 38 hari setelah tanam Foto a. Cara Pemberian Pupuk Dasar Tanaman Kubis Jenis pupuk dasar untuk tanaman kubis antara lain ; pupuk kandang/kompos, pupuk urea, pupuk ZA, pupuk SP 36, pupuk KCl dan kapur dolomit. Dosis pupuk dasar satu hektar tanaman kubis yaitu 8-10 ton pupuk kandang/kompos, 100 kg urea, 100 kg ZA, 150 kg SP 36 dan 150 kg KCl. Seluruh pupuk kimia dicampur jadi satu kemudian ditaburkan merata diatas bedengan. Kemudian ditaburkan pupuk kandang atau kompos. Selanjutnya ditutup dengan tanah setebal kurang lebih 5 cm untuk mencegah kehilangan pupuk akibat guyuran air hujan atau menguap karena sinar matahari. Setelah pupuk ditutup dengan tanah, kemudian ditaburkan pupuk dolomit/kapur pertanian. Ditabur rata diatas bedengan dengan dosis sesuai kebutuhan. Pemberian pupuk dasar tanaman kubis dilakukan 10 sampai 15 hari sebelum bibit ditanam. b. Dosis dan Cara Pemupukan Susulan I Tanaman Kubis Pemberian pupuk susulan I tanaman kubis dilakukan pada saat tanaman berumur 20 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 30 kg urea, 30 kg ZA, 30 kg SP 36 dan 30 kg KCl. Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan disekeliling pangkal batang tanaman kemudian ditutup tanah. Atau diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman. c. Dosis dan Cara Pemupukan II Tanaman Kubis Pemberian pupuk susulan II tanaman kubis dilakukan pada saat tanaman berumur 30 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 35 kg urea, 35 kg ZA, 35 kg SP 36 dan 35 kg KCl. Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan disekeliling pangkal batang tanaman kemudian ditutup tanah. Atau diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman. d. Dosis dan Cara Pemupukan Susulan III Tanaman Kubis Pemberian pupuk susulan III tanaman kubis dilakukan pada saat tanaman berumur 40 hari setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah urea, ZA, SP 36 dan KCl dengan dosis 35 kg urea, 35 kg ZA, 35 kg SP 36 dan 35 kg KCl. Pupuk diberikan dengan cara ditaburkan disekeliling pangkal batang tanaman kemudian ditutup tanah. Atau diberikan dengan cara ditugal, 2 lubang per tanaman. e. Dosis dan Cara Pemberian Pupuk Daun pada Tanaman Kubis Selain pupuk makro tanaman kubis juga membutuhkan unsur hara mikro. Unsur hara mikro dapat diperoleh pada produk pupuk daun yang diaplikasikan dengan cara disemprotkan. Jika diperlukan, semprotkan zat pengatur tumbuh ZPT untuk merangsang pertumbuhan tanaman kubis. Pupuk daun terbaik untuk tanaman kubis adalah pupuk daun yang mengandung unsur-unsur mikro yang sesuai kebutuhan tanaman kubis. Selain pupuk makro, pupuk daun dan ZPT adalah obat penyubur tanaman kubis. f. Penyiangan Tanaman Kubis Penyiangan dilakukan sebelum pemupukan supaya pupuk yang diberikan efektif. Rumput liar/gulma yang dibiarkan tumbuh disekitar tanaman kubis akan mengganggu pertumbuhan tanaman. ***Dosis pupuk bisa disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta kondisi tanah karena pada tanah/lahan yang berbeda kandungan hara tanahnya juga berbeda. Demikian tentang “Dosis, Waktu dan Cara Pemupukan Tanaman Kubis Kol“. Semoga bermanfaat… Salam mitalom !!!